[SP114] – silent, fake as if without a ruler

I hope your enjoy with this poem, October 20, 2018

As if without seed, fell silent, all feeling lost without direction

Where I walk, I don’t know exactly where the light is

It’s like a roar of clouds, feels scared, but I have to be strong

Crossing the line, splashing with ink, smoky smoke with all taste

Once again without sound, calm, and do not know for sure what is happening

As if leaving without losing, it’s really very boring

I hope, someone can help me cross the black border

He is able to detect flavors, which can carve colors

Make the contents of the day as proof, that I am a happy owner

Dark, it remains dark as long as the light has not yet arrived

The air retains its original shape,

Walking, where I have to dock, because to open a map, it’s not the destination I’m taking.

Or, that’s important?

Whispering with tenderness, makes the feeling more curious

Gently almost silent, but no !, because the zone turns tense.

Fear? Yes. Actually that is what I feel.

Changed dark, farther and more black

Just go, I think it’s happiness

The morning window feels lonely, the time has gone far away.

To enjoy the day, sometimes I have to line up neatly.

Sometimes it rains, sometimes it is cloudy, but dark is still the rule

The trail of light is still left, but it is only a wound

Look for corners, find dusk, whisper small in lies

Really, you are hell.

Dissolve, liberate, until despair becomes wounded

The tongue is blind, sweet words like sugar

Ah, I call you a lover of love.

If you are your prince, come knock on the door

Give each way, and show where the hole is

Calm, calm, during that time I must remain calm.

sf.png




image source

Indonesia version

Seolah tanpa benih, terdiam, segenap rasa hilang tanpa arah

Kemana aku berjalan, tidak tau pasti dimana ruang cahaya

Itu seperti gemuruh awan, terasa takut, tapi aku harus kuat

Melintas garis, bercucuran tinta, berkabut asap dengan segenap rasa

Sekali lagi tanpa suara, tenang, dan tidak tau pasti apa yang sedang terjadi

Seolah pergi tanpa kehilangan, itu benar sangat membosankan

Aku berharap, seseorang dapat membantuku melewati batas hitam

Dia yang mampu mendeteksi rasa, yang dapat mengukir warna

Menjadikan isi hari sebagai bukti, bahwa aku adalah pemilik gembira

Gelap, tetaplah gelap selama terang belum datang

Udara tetap mempertahankan bentuk aslinya,

Berjalan, kemana aku harus berlabuh, karena untuk membuka peta, bukanlah tujuan yang sedang aku tempuh.

Atau, Itu penting ?,

Berbisik dengan kelembutan, membuat rasa semakin penasaran

Lembut hampir diam, tapi tidak !, karena zona berubah tegang.

Ketakutan ? Iya. Sebenarnya itulah yang sedang aku rasakan.

Berubah kelam, semakin jauh dan bertambah hitam

Cukup pergi, kurasa itu adalah kebahagiaan

Jendela pagi terasa sepi, ruang waktu sudah jauh pergi.

Untuk menikmati hari, kadang kala aku harus berbaris rapi.

Kadang hujan, kadang mendung, tapi gelap tetaplah aturan

Jejak cahaya masih tersisa, namun itu hanyalah luka

Mencari sudut, menemukan senja, berbisik kecil dengan kata dusta

Sungguh, kamu adalah neraka.

Melarutkan, membebaskan, hingga asa menjadi luka

Lidah sedang buta, manis kata seperti gula

Ah, kusebut kau penjilat cinta.

Jika kau adalah keajaibanku, datanglah mengetuk pintu

Berikan setiap jalan, dan tunjukkan kemana lubang

Tenang, tenang, selama itu juga aku harus tetap tenang.


**********
Special thanks to : @rok-sivante
**********
steempress witness2.gif
vote steempress witnesses here : https://steemit.com/~witnesses
sfio.png dscord.png



DISCORD KOMUNITAS STEEMIT INDONESIA

edet.png

Leave a Reply