[SP 14] – I have to fight tens of millions of diploma owners in my country, why?

when you fail! Well, surely you will experience failure, it is certain, and can not escape from your life. Why? Because failure is part of the struggle. And you are a fighter who fights under many opponents of life. They are all looking for peace, yes what I mean is peace of life. You have become one of the peace fighters alive with your work. Imagine, so many struggles are waiting for work, even they do long queues to find certainty. Obviously, there is no definite with the paper of diploma, but they hope that certainty will always be behind a piece of precious paper. My job was tough, even I struggled for a few years for the paper, but my struggle was harder when I had to go convince many HRD for work, as if I were like a beggar, even they saw my journey in one eye, as if it was not human. With pride, maybe it’s not their nature, and I hope they really do not have the prideful nature. “Peace regards”.

ketika anda gagal !. Yaa, pastinya anda akan mengalami kegagalan, itu pasti, dan tidak mungkin lari dari kehidupan anda. Kenapa ?, Karena kegagalan adalah bagian dari perjuangan. Dan anda adalah seorang pejuang yang bertarung dibawah banyaknya lawan kehidupan. Mereka semua mencari kedamaian, iya yang sedang saya maksud adalah kedamaian hidup. Anda sudah menjadi salah satu pejuang kedamaian hidup dengan pekerjaan anda. Bayangkan, begitu banyak perjuangan yang sedang menanti pekerjaan, bahkan mereka melakukan antrian panjang untuk menemukan kepastian. Jelas sudah, tidak ada yang pasti dengan kertas ijazah, tapi mereka berharap bahwa kepastian akan selalu ada dibalik selembar kertas berharga itu. Tugasku itu berat, bahkan aku berjuang untuk beberapa tahun demi sang kertas, tapi perjuanganku lebih berat ketika harus pergi meyakinkan banyak HRD demi pekerjaan, seolah aku seperti pengemis, bahkan mereka melihat perjalananku sebelah mata, seolah itu bukan manusia. Dengan kesombongan, mungkin itu bukan sifat mereka, dan saya harap mereka benar-benar tidak memiliki sifat sombong. “Salam perdamaian”.

image source

Now you have to think, how you will be able to convince HRD with your diploma paper, from tens of millions of paper fighters, you are one of those who are having a certain expectation. In fact you can not escape from this problem, if you choose to surrender, then one hundred percent of the steps you choose are wrong. Rest assured, you are struggling, chances are you will be able to pass tens of millions of passengers, yes, it’s like a ship. You and they are passengers sailing over the free ocean, you just wait for the certainty to get to the dock, need to get through the waves, even the occasional rain over the vast ocean, but you have to be sure that it is the process. And there is no pleasure that is always instant, sometimes big wobble, so drowning many innocent passengers. Yes, that is a struggle, you are not with your brother. If you are lucky, then you will get a float for a safety, but if not, then you should mengiklaskan all this. It will be different from those who have brothers with boat captains, they will equally glide with the boat safety that has long been prepared. “Greetings of diploma paper”.

Sekarang anda harus berpikir, bagaimana anda akan bisa meyakinkan HRD dengan kertas ijazah milik anda, dari puluhan juta pejuang kertas, anda merupakan salah satu dari mereka yang sedang memiliki harapan pasti. Bahkan anda tidak bisa kabur dari masalah ini, jika anda memilih menyerah, maka seratus persen langkah yang anda pilih adalah salah. Yakinlah, anda sedang berjuang, besar kemungkinan anda akan bisa melewati puluhan juta penumpang, iya, itu seperti sebuah kapal. Anda dan mereka adalah penumpang yang sedang berlayar diatas lautan bebas, anda hanya menunggu kepastian untuk sampai di dermaga, perlu melewati ombak, bahkan hujan yang sesekali membasahi lautan luas, namun anda harus yakin bahwa itu adalah proses. Dan tidak ada kenikmatan yang selalu instan, terkadang goyangan besar, sehingga menenggelamkan banyak penumpang yang tidak berdosa. Iya, itulah perjuangan, anda sedang tidak bersama dengan saudara anda. Jika memang anda beruntung, maka anda akan mendapatkan pelampung untuk sebuah keselamatan, tapi jika tidak, maka anda harus mengiklaskan semua ini. Itu akan berbeda dengan mereka yang memiliki saudara dengan nahkoda kapal, mereka akan sama-sama meluncur dengan boat safety yang sejak lama sudah disiapkan. “Salam kertas ijazah”.

image source

But you must be sure, that salvation belongs to those who are fully fighting. You do not have to think how many life fighters are defeating you, but you must be sure that you are able to defeat the tens of millions of diplomas who have been waiting for that certainty. Because the real power is effort and prayer, if you put effort in the beginning, then do not forget to insert a prayer in every gap of struggle that you are giving, and rest assured you will get certainty from the unexpected path. And vice versa, if you hope all the certainty is through prayer, then do not occasionally you miss the effort to achieve the dream, because prayer without effort just like you do a lie in your life. Not about the price of a diploma, but about the struggle and convincing everyone with the power of your mind.

Tapi anda harus yakin, bahwa keselamatan adalah milik mereka yang sepenuhnya berjuang. Anda tidak perlu berpikir berapa banyak pejuang kehidupan Yang sedang mengalahkan anda, tapi anda harus yakin bahwa anda mampu mengalahkan puluhan juta pemilik ijazah yang sudah lama menunggu kepastian itu. Karena kekuatan yang sebenarnya adalah usaha dan doa, jika anda menempatkan usaha di awal, maka jangan lupa sisipkan doa disetiap celah perjuangan yang sedang anda berikan, dan yakinlah anda akan mendapatkan kepastian dari jalan yang tidak diduga. Begitu juga sebaliknya, jika anda berharap semua kepastian itu lewat doa, maka jangan sesekali anda melewatkan usaha untuk meraih mimpi itu, karena doa tanpa usaha sama saja seperti anda melakukan sebuah kebohongan di kehidupan anda. Bukan tentang harga ijazah, tapi tentang perjuangan dan meyakinkan setiap orang dengan kekuatan pikiran anda.

image source

Maybe now the paper is still neatly in your private closet, and it will be just like me. Even I have to do security with a regular padlock. hmm, yeah i have to secure it from the mice disorder and the destroyer of beauty. Obviously I do not want the paper stained, let alone lose some of a colored sheet. Although the scribbles are not too high, but I need a high concentration to get that grade, so many years of struggle and finally I lose it is something I do not want to feel. Hopefully you feel at home with the struggle, greetings for you warriors of certainty, hurry to convince everyone that you not only have a diploma, but also have the skill according to what you’ve got. and rest assured that your country does not have an insider’s importance, it’s just the ferocity of those who do not have the beauty of life, and you are the connoisseur of all the results you will get.

Mungkin sekarang kertas itu masih tersusun rapi di lemari pribadi anda, dan hal itu akan sama seperti saya. Bahkan aku harus melakukan pengamanan dengan gembok biasa. hmm, iya aku harus mengamankannya dari gangguan tikus dan perusak keindahan. Jelas aku tidak mau kertas itu ternoda, apalagi kehilangan sebagian dari selembar yang berwarna. Walaupun coretan nilai itu tidak terlalu tinggi, tapi aku butuh konsentrasi tinggi untuk mendapat nilai itu, sekian tahun perjuangan dan akhirnya aku kehilangan, itu merupakan sesuatu yang tidak ingin aku rasakan. Semoga anda betah dengan perjuangan, salam untuk anda pejuang kepastian, bergegaslah untuk meyakinkan setiap orang bahwa anda tidak hanya sekedar memiliki ijazah, tapi juga mempunyai skill sesuai apa yang sudah anda dapatkan. dan yakinlah bahwa negara anda tidak memiliki sifat pentingnya orang dalam, itu hanya keganasan dari mereka yang tidak punya keindahan hidup, dan anda adalah penikmat dari semua hasil yang akan anda dapatkan.

Leave a Reply