[SP13] – My writing is blocked by thought and shame

I am confused to write what, even I doubt this my writing, may not be directed, very far from the word benefit and do not even have words that are so beautiful, and finally I am ashamed. But, should I really be embarrassed for that ?, Maybe yes, rather I should be embarrassed when I do not dare publish some words of the mind because of shame. There is nothing wrong with your writing, and you do not even have to deal with the shame for your progress. As long as you share positive things I think it’s good. All you are thinking about is writing, yes it is writing that has not changed so material posting, only you still keep it in mind memory. And today you will be a writer, that is true. You are an impromptu writer even though your name has not been registered in the category of professional writers, all need a process. And you need not be ashamed to go through the process, finish with a few paragraphs and give at least three pictures, that’s enough for your learning phase.

Aku bingung untuk menulis apa, bahkan aku ragu dengan tulisanku ini, mungkin tidak terarah, sangat jauh dari kata manfaat dan bahkan tidak memiliki kata-kata yang begitu indah, dan akhirnya aku malu. Tapi, apakah aku harus benar-benar malu karena itu ?, Mungkin iya, lebih tepatnya aku harus malu ketika aku tidak berani menerbitkan beberapa kata-kata dari pikiran karena perasaan malu. Tidak ada yang salah dengan tulisan anda, dan bahkan anda tidak perlu berhubungan dengan kata malu untuk kemajuan anda. Selama yang anda bagikan hal positif saya pikir itu kebaikan. Semua yang sedang anda pikirkan adalah tulisan, iya itu tulisan yang belum berubah jadi bahan postingan, hanya saja anda masih menyimpannya di memori pikiran. Dan hari ini anda akan menjadi penulis, itu benar. Anda adalah penulis dadakan walaupun nama anda belum terdaftar dalam kategori penulis profesional, semua butuh proses. Dan anda tidak perlu malu untuk melewati proses, selesaikan dengan beberapa paragraf dan berikan setidaknya tiga gambar, itu sudah cukup untuk tahap belajar anda.

image source

And sometimes not because of shame, but because of the mind I was dead end, I did not find a way what will I write, it’s a little confusing. sometimes I want to write about time, I need the process of creating a plot of the time, and the midst of trip writing, finally mind back drop out, he’s back branched, as I write some wrong word and at last I give up. I finally back doubt and stuck to stop, there took the time, in fact I had to stop until half an hour, this is really wasted time. I am aware of, and even I know that the time I was reached the time, but the state of prefer to silent, because that works when it is the brain. and I really sure not to continue, stop and think, occasional mind it appears, but not an idea, but the transfer of the issue of the story time to the problem of love.

Dan terkadang bukan karena malu, tapi karena pikiran aku sedang buntu, aku tidak menemukan jalan apa yang akan aku tulis, itu sedikit membingungkan. Terkadang aku ingin menulis tentang waktu, aku butuh proses untuk menciptakan alur cerita tentang waktu, dan ditengah perjalanan tulisan, akhirnya pikiranku kembali putus, dia kembali bercabang, seolah aku menulis dengan beberapa kata yang salah dan akhirnya aku menyerah. Akhirnya aku kembali ragu dan terjebak untuk berhenti, Disana butuh waktu, bahkan aku harus berhenti sampai setengah jam, ini benar-benar waktu yang terbuang. Aku sadar, dan bahkan aku tahu bahwa saat itu aku sedang mengulurkan waktu, tapi keadaan lebih memilih untuk diam, karena yang bekerja saat itu adalah otak. Dan aku benar-benar yakin untuk tidak melanjutkan, berhenti dan berpikir, sesekali pikiran itu muncul, tapi bukan sebuah ide, melainkan pengalihan isu dari cerita waktu ke masalah cinta.

image source

But I think you have to take action to cover every hidden embarrassment, as well as the lost idea. If you keep quiet and do not move, I think the problem will last very long, yes! And even going as far as your mind is not calm. Action, approach with an idea and ignore every noise, it is some way to close the madness. You must believe that your strength will come when there is action, so do not hesitate to continue the action in order to remove shame and deadlock ideas. The most important human need is the mind, and what if the mind is not working, it is certainly a big problem in life, and one to continue thinking is action.

Tapi saya pikir anda harus melakukan tindakan untuk menutup setiap rasa malu yang terpendam, begitu juga dengan ide yang hilang. Jika anda terus diam dan tidak bergerak, saya rasa masalah itu akan berlangsung sangat lama, iya ! Dan bahkan akan berlangsung sejauh pikiran anda tidak tenang. Tindakan, pendekatan dengan suatu ide dan mengabaikan setiap kegaduhan, itu merupakan beberapa cara menutup kegilaan. Anda harus percaya bahwa kekuatan anda akan muncul ketika ada tindakan, maka jangan segan untuk melanjutkan tindakan demi menghapus rasa malu dan ide buntu. Kebutuhan manusia yang terpenting adalah pikiran, dan bagaimana jika pikiran itu tidak berjalan, tentunya itu masalah besar dalam kehidupan, dan salah satu untuk melanjutkan pemikiran adalah tindakan.

image source

And sometimes I also think what if my post how no one read it, it also includes a big loss morning my mind, yes it is true. That’s a big loss for those of you who have short thoughts and expect rewards. I think you need therapy to continue the struggle, and you will not even be a writer if you have thoughts that are inconsistent with the lives of most writers. At least you have to learn how to survive in solitude, it is necessary and even so important when you become a writer. Rest assured, the more you think the more cruel the dead ends and the fear. The more you dwell and think the more that will be left with your life, you need action to answer all the backwardness. Because with action, all difficulties will be solved, and believe me, you should not expect results. Whatever you get is the result of action.

Dan terkadang aku juga berpikir bagaimana jika postingan yang aku bagaimana tidak ada seorangpun yang membacanya, itu juga termasuk sebuah kerugian besar pagi pikiran saya, iya memang benar. Itu kerugian besar bagi anda yang memiliki pikiran pendek dan mengharapkan imbalan. Saya rasa anda butuh terapi untuk melanjutkan perjuangan itu, dan bahkan anda sama sekali tidak akan menjadi seorang penulis jika memiliki pikiran yang tidak sejalan dengan kehidupan kebanyakan penulis. Setidaknya anda harus belajar bagaimana cara bertahan dalam kesendirian, itu sangat perlu dan bahkan akan begitu penting ketika anda menjadi seorang penulis. Yakinlah, semakin banyak anda berpikir maka semakin kejam pemikiran buntu dan rasa takut itu. Semakin Anda diam dan berpikir maka semakin banyak yang akan tertinggal dengan kehidupan anda, anda butuh tindakan untuk menjawab semua ketertinggalan. Karena dengan tindakan, semua kesulitan akan terpecahkan, dan percayalah, anda tidak boleh berharap pada hasil. Apapun yang anda dapatkan adalah hasil dari tindakan.

</div>

Leave a Reply